Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

Kasih tak Sampai

Posted by on Jan 16, 2012 in Storiette | 1 comment

Setiap malam penyesalan ini selalu sama. Andai waktu itu aku bisa menahan diriku. Andai waktu itu aku sudah bisa memberikan kemapanan pada Ibumu. Andai waktu itu aku dan Ibumu dapat berpikir lebih dewasa. Andai aku berani, berani menerimamu tanpa melihat masa depan Ibumu dan kamu. Semua andai yang kusesalkan membutuhkan putaran terbalik waktu, tapi aku tahu waktu berjalan maju. Aku akan menceritakan kepadamu tentang diriku. Aku terlahir bungsu dari 2 bersaudara, beban terakhir dari keluarga kecil tapi bahagia. Kakakku sudah menikah dan tinggal di luar kota sekarang, sedang aku masih kuliah jurusan elektromekanika. Aku bertemu Ibumu pertama kali waktu itu saat hujan di hari Minggu. Dia berteduh di warung depan kampus dan duduk tepat disampingku. Ibumu terlihat sangat cantik dengan rambut separo basah karena hujan gerimis. Botol kecap menyatukan kita, ketika tanganku dan tangan Ibumu bersentuhan bersama saat mengambil...

Read More

Cerita Pendek yang Teramat Panjang

Posted by on Jan 1, 2012 in Storiette | 0 comments

Hidupku bukanlah hidup yang aku pilih. Perkenalkan, namaku Anyelir. Nama yang sangat indah, bukan? Namun sayang, tak seindah hati orang yang memberiku nama. Ya…dia adalah kakekku, ayah dari ibuku. Aku tinggal bersama ibu, kakek dan suami ibuku. Ayah kandungku sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Hari ini aku akan menceritakan sebuah perjalananku bertemu denganNya. Sebuah kisah yang selalu kusebut dengan “sebuah cerita pendek yang teramat panjang”. Sebuah kisah pribadi yang mengubahkan seluruh dunia dan kehidupanku. Kebanyakan orang mungkin akan merasa sangat bahagia mempunyai keluarga yang masih lengkap. Keluargaku juga masih lengkap, sekalipun ayahku adalah seorang ayah tiri. Ada ayah, ada ibu , bahkan ada kakek. ——————————– by arsarie Cerita bermula ketika Kakek tidak setuju Ibu menikah dengan Ayah kandungku, Kakek adalah mantan tentara, dan Kakek ingin menantunya adalah tentara seperti dirinya. Tetapi cinta Ibu jatuh pada Ayah yang bekerja...

Read More

Sang Pembelajar

Posted by on Nov 24, 2011 in Storiette | 0 comments

Sampai juga aku ke sini, sekolah ini, pintu kelas ini. Senyum kupasang, saatnya melangkah masuk panggung pendidikan. “Selamat pagi kawan” “Selamat pagi Pak Guru” Jawab muridku serentak. Guru kata kalian ? Aku bukan gurumu, tapi kalianlah guruku. Karena hidup adalah pembelajaran tanpa henti, maka aku belajar sampai mati.  Aku hanya berbagi ilmu, tapi kalian memberiku banyak pelajaran. Pelajaran Iman, kesederhanaan, kekuatan dan visi. Pelajaran Iman kudapat dari Christian. Bukan karena dia religius, tapi karena dia berbeda arus. Dia tidak pernah malu, tidak pernah ragu menunjukkan agamanya dalam tindakannya. Tidak dengan berdoa, tapi dengan tenggang rasa. Bahkan sampai ikut menahan dahaga di saat bulan puasa. Diam dan sabar di dalam kelas saat pelajaran agama yang berbeda dengan jiwanya. Sindiran dan hujatan kasar secara langsung terus diterimanya dengan lapang dada, meskipun katanya itu cuma bercanda, tapi menurutku sudah sampai menghunus jiwa....

Read More

Camellia

Posted by on Oct 24, 2011 in Storiette | 0 comments

Café ini, malam ini dan meja ini. Pertama aku bertemu dengannya. Kamis 6 tahun lalu, langkahku menuntun kesini, satu-satunya café terdekat dengan fasilitas internet,  kenyamanan sofa,  dan musik yang mengalun manja membuatku rela berjam-jam membakar logika. Pekerjaanku membutuhkan akses ke ranah maya, bertemu klien dari manca tanpa tatap muka sudah biasa. Aku seorang programmer lepas, asal ada upah, ak dipekerjakan siapa saja bebas. Ditengah kesibukanku merangkai  kode dan logika, seorang wanita menghampiriku, rambut ekor kuda, mata bulat lengkap dengan  lesung pipi. Dia meminta duduk di mejaku. Kulihat sekilas seluruh meja, memang sedang penuh riuh. Apa salahnya, toh mejaku terlalu besar untuk kukuasai sendirian. Kusambut sodoran tangannya sambil berucap nama “Camellia” “Satria” Pramusaji dipanggilnya, dipesannya Camelia Green, nama komersial untuk teh hijau. 15 menit minuman tersedia, diantar pramusaji lengkap dengan gelas hijau dan satu set pemanis gula. Dia mencium aromanya,...

Read More

Cerita Biasa Saja

Posted by on Oct 3, 2011 in Storiette | 1 comment

Budi, sebuah nama biasa yang diwariskan padaku. Sudah ada banyak budi tapi kenapa harus ditambah satu lagi ? Tidak bisa diolok diplesetkan menjadi lelucon manapun. Paling Cuma ejekan garing “Ini ibu budi”, “ini bapak budi” satu dua ceplosan kemudian senyap sepi. Nama yang biasa baik dari segi estetika dan diksi. Aku tidak pintar sekaligus tidak bodoh, golongan tengah-tengah, golongan di bawah puncak dan di atas terendah. Tidak pernah ikut remidi, tidak pernah juga jadi tertinggi.  Tidak pernah bertanya, menyanggah, atau bahkan hanya sekedar tunjuk jari. Tidak seperti si nakal perokok dan petarung ulung, tidak juga seperti si pintar pendiam dengan otak setajam pedang. Tidak seperti si ganteng popular dan atletis, atau si pecundang pelampiasan ego preman picis. Aku seperti kata pengantar di dongeng SMA, tidak pernah ada dalam cerita, hanya sebagai syarat dan uneg-uneg Pencipta. Kuliah di ekonomi akuntansi,...

Read More

Perjalanan Perkenalan

Posted by on Sep 15, 2011 in Storiette | 0 comments

Perkenalan. Namaku Surya. Surya berarti Matahari, tapi bukan berarti aku hanya keluar siang hari. Bulan ini Agustus, cuaca panas dengan angin sedang, bulan yang cocok untuk sebuah perjalanan panjang. Persiapan. Logistik, dan obat-obatan. Sepatu dengan sol sekeras karang, supaya pijakan menjadi cengkeraman. Baju hangat dan biscuit coklat, kombinasi hebat di saat dingin menyengat. Semua masuk dalam tas panjang besar bulat, 15 kilogram cuma seper delapan berat badan. Ringan dan menantang. Perjalanan. 3 jam sebelum pintu gerbang, bercanda dan tertawa bersama teman seperjalanan. Sebagian terpejam menghemat semangat. Jangan habis-habiskan semangat di sini ! itu bahan bakar utama selain sarapan, nanti pasti saya butuhkan. Megah dan Menakjubkan. Pintu gerbangmu dengan jalan tanpa kelokan di belakang. Huh ! dasar gunung sialan, enak saja kau yang gagah sendirian. Sedikit bumbu arogan mematik semangat untuk mulai jalan. Pendakian. Langkah mengayun mencengkeram. Pohon mulai menghilang,...

Read More