Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

V for Vendetta

V for Vendetta

V for Vendeta, O for Oiasatria. Film ini adalah film yang membuat saya menonton lebih dari sekali untuk benar-benar bisa memahami ceritanya dan tentu saja karena terpesona dengan tokoh utamanya V. Alkisah seorang revolusionis bernama V yang mempunyai ide untuk merubah negaranya ke arah yang lebih baik. V mempunyai berbagai keahlian yang diidam-idamkan seluruh laki-laki di jagad raya ini, keahlian filsafat, beladiri, puitis, romantis, musik,  jenius dan percaya diri yang super kelewat batas. Terlihat saat dia memperkenalkan diri kepada Evey, salah satu tokoh perempuan yang nantinya akan berpengaruh dalam pemikiran dari V, berikut kata-katanya

Voilà! In view, a humble vaudevillian veteran, cast vicariously as both victim and villain by the vicissitudes of Fate. This visage, no mere veneer of vanity, is a vestige of the vox populi, now vacant, vanished. However, this valorous visitation of a by-gone vexation, stands vivified and has vowed to vanquish these venal and virulent vermin vanguarding vice and vouchsafing the violently vicious and voracious violation of volition. The only verdict is vengeance; a vendetta, held as a votive, not in vain, for the value and veracity of such shall one day vindicate the vigilant and the virtuous.

Verily, this vichyssoise of verbiage veers most verbose, so let me simply add that it’s my very good honor to meet you and you may call me V.

Saya cuma cengok dan kagum melihat V mengucapkan kata-kata itu, kata-kata yang begitu mempesona sekali. Pernah saya mencoba mengucapkan kata-kata perkenalan V, dan berakhir dengan gagap selama 1 minggu, terlalu banyak huruf V mungkin.

Film ini menunjukkan bahwa Ide adalah sebuah hal yang tidak bisa mati, berakar dan akan terus tumbuh tak terkendali. V mempunyai ide bahwa dia harus merubah negaranya yang notabene negara fasis ke arah yang lebih baik, dengan melakukan aksi-aksi peledakan dan intimidasi terhadap pemerintah maupun rakyat. Kemampuan V yang jenius dan tutur katanya yang sangat beracun membuat saya jatuh cinta pada tokoh ini. Hal yang sangat menarik adalah V menyadari bahwa kesalahan suatu negera memang tidak dapat ditudingkan begitu saja pada para birokrat dan politisi, karena bagaimanapun juga, para penguasa fasis tersebut bisa berada di kekuasaannya karena publik membiarkannya (dengan berbagai alasan, seperti ketakutan dan ketidak pedulian). V juga menyampaikan kepada publik dalam suatu adegan bahwa  “untuk mengetahui siapa yang bersalah atas semua yang terjadi, mari kita menatap cermin.”

Lihat yang saya bold, bukankah hal ini sama yang terjadi dengan di negara kita Indonesia ? Kita mengeluh dan sadar bahwa banyak pejabat korup, kesenjangan sosial, kebodohan, dan ketidak adilan tanpa ada kepedulian dari kita sendiri. Ironis memang, tapi film ini dengan jelas mengkritik kita untuk berubah ke arah lebih baik demi bangsa ini. Indonesia tidak perlu V untuk berubah, karena kita semua adalah V, kita semua adalah ide yang akan membangun bangsa ini. Semoga film ini menginspirasi kita semua.

People should not be afraid of their governments. Governments should be afraid of their people – V

 

  • Share on Tumblr

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *