Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

Dunia dalam Bibir

bibir

Andai duniaku selebar bibirmu, cukup satu kecupan mengelilinginya, dari satu ujung ke ujung lainnya. Liurmu jadi lautnya, tidak terasa asin, tapi memabukkan seperti wine. Membuatku ingin menyelam, terkulum sampai lupa cara mengapung. Atau berselancar di ombakmu dengan lidahku, bergulung-gulung sampai linglung.

Andai duniaku selebar bibirmu, tiap sore aku terpaku menatapmu. Hidungmu cakrawala dan matamu senja. Apalagi bila bibirmu bergincu, senja terlihat merah menyala. Petunjuk arah sang pengelana pulang ke rumahnya.

Andai duniaku selebar bibirmu, bintang jatuh kulihat tiap siang, saat keringat mengucur dari keningmu yang lapang. Rambutmu berkilau seperti ekor lintang, hitam, panjang dan bergelombang.

Andai duniaku selebar bibirmu. Hidupku seumur senyumanmu.

  • Share on Tumblr

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *