Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

Kawasaki Ninja

Kawasaki Ninja

JAKARTA, KOMPAS.com — Di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, banyak buruh melakukan aksi demo dengan mengendarai sepeda motor. Beberapa motor yang mereka kendarai terbilang berharga tak murah.

Terlihat motor Honda Tiger keluaran teranyar, Yamaha Vixion, Honda CBR 250, Kawasaki Ninja 150, hingga Kawasaki Ninja 250 R yang harganya lebih dari Rp 50 juta. Bahkan, beberapa motor itu tampak telah dimodifikasi dengan sparepart yang cukup mahal.

Untuk penghasilan buruh yang berdasarkan UMP 2013 mencapai Rp 2,3 juta, motor yang mereka kendarai berharga cukup mahal.

Misalnya saja Wahyu (21), yang memiliki sepeda motor Kawasaki Ninja 150 seharga Rp 26 juta. Ia mendapatkan penghasilan dari bekerja di salah satu perusahaan di KIP, Jakarta Timur. Pria lulusan STM itu mendapat gaji Rp 2,3 juta. Namun, pendapatan pria yang bekerja sebagaiengineering itu bisa mencapai Rp 3,1 juta jika lembur.

Gaji tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya per bulan, yaitu bayar sewa kos Rp 400.000, makan Rp 450.000, bensin Rp 200.000, uang kuliah Rp 350.000 per bulan, dan cicilan sepeda motor Rp 1,2 juta. Sementara sisanya untuk tabungan dan kebutuhan lainnya.

Wahyu bersama teman-temannya melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut UMP DKI Jakarta 2014 menjadi Rp 3,7 juta. Sepanjang Kamis (31/10/2013), para buruh dari 375 perusahaan di KIP melakukan aksi. Bahkan, buruh yang masih bekerja dipaksa ikut berdemo.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/11/01/0858190/Buruh.Ini.Cicil.Motor.Kawasaki.Ninja.Rp.1.2.Juta.Per.Bulan

Meskipun topik dari tulisan saya ini bisa dibilang sangat telat, tapi rasanya tenggorokan gatal dan hidung berair kalau tidak ikut-ikutan tren. Seperti yang kita ketahui, beberapa pekan lalu ada berita menarik tentang demo buruh yang menuntut kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi). Yang menarik bukan demonya, tetapi ada salah satu buruh yang ketika diwawancarai wartawan mengaku bahwa salah satu motivasi untuk menuntut UMP adalah membayar cicilan motor Kawasaki Ninja miliknya.

Hal pertama yang saya rasakan adalah kesal. Bukan kesal karena buruh udah belagu nyicil Kawasaki Ninja sementara motor saya cuma Supra X, tetapi kesal karena pemberitaan yang hanya membentuk opini publik yang buruk. Pemberitaan tersebut muncul di salah satu situs resmi koran nasional. Kemudian dilihat oleh salah salah satu orang dan di-share di media sosial miliknya, lalu orang lain yang melihat berita itu ikut-ikutan men-share berita tersebut di sosial media miliknya, dan dengan begitu gelombang opini akan tercipta.

Opini yang dibentuk adalah bahwa rakyat kecil dilarang bermimpi. Kalau buruh saja tidak boleh mimpi (baca: nyicil) punya Kawasaki Ninja, berarti anak-anak petani atau pemulung jangan mimpi deh jadi dokter atau tukang insinyur, biaya kuliahnya lebih mahal dari Kawasaki Ninja. Parahnya lagi opini-opini tersebut secara tidak langsung tersirat dari banyaknya status dan komentar di sosial media beberapa pekan lalu.

Lalu bagaimana opini saya ? saya sih tidak begitu perduli dengan barang cicilan buruh tersebut, mau nyicil Kawasaki Ninja atau kapal selam nuklir Rusia sekalipun tidak menjadi masalah bagi saya. Yang menjadi masalah adalah keterkaitan kenaikan UMP ke berbagai aspek. Jika UMP dinaikkan apakah akan menyebabkan barang-barang jadi mahal dan banyaknya PHK ? Jika banyak PHK apakah mungkin kriminalitas meningkat ? Lalu bagaimana peluang pengusaha pemula untuk bertahan ? Dan yang paling penting adalah Bagimana peluang masyarakat untuk menjadi pengusaha ?

 Tidak ada jawaban ? Ya sudah, saya tidur saja karena seharusnya media sekelas koran nasional punya jawabannya. Jangan-jangan malah kita yang menyukai berita kacangan seperti ini untuk menguatkan opini yang sudah terbentuk sebelumnya. Siapa tahu ?

  • Share on Tumblr

2 Comments

  1. jadi kapan ganti motor masbroo??

    • Nah itu dia masalahnya masberow… Demo aja ane males2an gimana mau bisa beli kawasaki Ninja ? hehe :p

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *