Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

#Linimasa

Beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis artikel tentang pengaruh Internet terhadap dunia nyata yang berjudul The Blue Nowhere. Tidak disangka-sangka saya menemukan film documenter yang berkaitan erat tentang hal tersebut yang berjudul #Linimasa.

Film #Linimasa diproduksi oleh ICT Watch dan Watchdoc yang merupakan suatu organisasi non-profit Indonesia yang berkampanye mengenai Internet Sehat. Yang menarik di sini adalah sistem penggalangan dana dari film linimasa. Film ini didanai dengan konsep “saweran”. Siapapun boleh menjadi bagian dari film ini dengan menyumbang beberapa rupiah dengan imbal balik berupa penulisan nama “penyawer” di website,  credit title maupun pada cover CD film ini. Dengan mengambil konsep “saweran” ini maka masyarakat dapat terlibat bersama sesuai dengan porsi atau kemampuan yang dimiliki. Film ini juga bisa ditonton secara gratis di Youtube, bagi yang belum nonton silahkan klik di sini.

#Linimasa  menceritakan tentang bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan teknologi Internet sebagai suatu berkah bagi masyarakat sekitar.  Saya begitu tergelitik dengan bagian awal film dokumenter ini, sebuah kerusuhan ambon yang di blow up terus menerus oleh media mainstream, demi apa ? tentu saja demi rating, uang dan iklan. Media mainstream sekarang menyuguhkan lebih banyak porsi untuk berita-berita negatif ketimbang berita-berita positif, memperlihatkan kericuhan bangsa Indonesia tanpa melihat ada banyak orang yang membangun bangsa ini dengan banjir peluh.  Disinilah peran masyarakat secara pribadi diperlukan, masyarakat diharapkan mampu secara mandiri menyampaikan berita-berita yang benar-benar bisa dipercaya. Citizen Journalism istilah kerennya, yaitu kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita (sumber: Wikipedia).  Dengan kepedulian masyarakat dalam menyampaikan berita secara mandiri, maka informasi tidak hanya berasal dari satu sumber yaitu media mainstream, melainkan banyak sumber yaitu masyarakat itu sendiri. Sumber informasi yang banyak akan membuat masyarakat lebih objektif dalam memandang suatu berita.

Social Media di sini berperan penting sebagai sebuah katalis dalam mendukung tren Citizen Journalism. Masyarakat Indonesia yang saat ini sudah melek Internet setidaknya mempunyai  1 akun social media. Meskipun sebagian besar pengguna Internet Indonesia masih menggunakan social media sebagai tempat mengekspresikan diri, tapi tidak sedikit juga yang menggunakan social media sebagai sebuah berkah bagi diri dan sesama. Seperti Mas Iwan yang berlokasi di kampung Cyber Yogyakarta, beliau menggunakan social media untuk mempromosikan batik-batik hasil produksinya sampai ke manca Negara. Ada juga Ayu Oktarian yang mengkampanyekan informasi mengenai AIDS melalui twitter dan facebook. Dan yang lebih hebat lagi ada Ibu Yati Rahmat yang meskipun sudah berusia 72 tahun tetapi dapat menghasilkan uang dari blog miliknya.  Banyak sekali nama dan banyak sekali kisah yang diceritakan dalam film #linimasa ini, nama yang memanfaatkan Internet sebagai berkah, atau kisah kecil yang memanfaatkan Internet untuk didengar.

Kesimpulannya, #linimasa adalah sebuah film dokumenter yang sangat bagus untuk ditonton. Membuat kita mengerti bahwa pengaruh Internet terhadap dunia nyata begitu besar, oleh karena itu kita tidak boleh sembarangan menggunakannya. Kita harus berdamai dengan ujung jari kita sendiri, apakah kita akan ikut-ikutan mengetik kata ricuh atau menggunakan Internet sebagai berkah bagi sesama

  • Share on Tumblr

2 Comments

  1. ane ngopi pelem di hardisk ya bro.. ada linimasanya euy

    • Walah.. baru liat komennya sekarang. Silahkan bro !

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *