Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

Pokemon GO si Delorean

pokemongonewinfo

Pokemon GO merupakan game berbasis lokasi yang sedang hits akhir-akhir ini. Kemunculannya membuatku merasa dijemput oleh delorean untuk kembali ke masa lalu. Jadi dulu, semasa android masih berada di dalam kandungan ibu pertiwi, saya pernah mengajukan ide game berbasis lokasi pada saat event IWIC 2008 (Indosat Wireless Innovation Contest) berbentuk karya tulis sederhana dalam kategori Wireless Innovation Beyond. IWIC itu semacam kompetisi inovasi dalam penerapan teknologi wireless berskala nasional untuk orang-orang nganggur, sementara kategori yang saya ikuti tersebut merupakan kompetisi karya tulis tentang ide-ide inovasi berbasis wireless yang akan menjadi trend di masa mendatang. Karena waktu kuliah saya bekerja sambilan sebagai penganggiran, akhirnya saya memutuskan untuk iseng-iseng berhadiah mengajukan 2 ide game berbasis lokasi ke event tersebut.

2 Game tersebut bernama RobinGoblin dan Maryapada, keduanya berbasis lokasi namun berbeda teknologi. Sebelum saya jelaskan lebih banyak ada baiknya saya bagikan dulu paper saya tentang ke 2 game tersebut. Baca dulu paper saya sebelum lanjut. Jangan males baca! nanti susah pup.

Silahkan Download di sini

Maryapada

RobinGoblin

Jadi begini garis besarnya :

RobinGoblin

Secara sederhana game ini mensimulasikan kejar-kejaran antara Robin dan Goblin dengan memanfaatkan teknologi GPS. Robin harus jaga jarak dalam membunuh Goblin, sementara Goblin harus mendekati Robin untuk mencuri poin. Simply Simple!

Kekurangannya terbesar dari game ini adalah ketidak akuratan position lock dari GPS itu sendiri yang kadang-kadang masih bias meleset sejauh lebih dr 4m. Namun kekurangan tersebut dapat diatasi dengan mengubah aturan permainan.

Sementara kelebihannya banyak, salah satunya kejar-kejaran akan membakar kalori. Jadi mungkin game ini akan menjadi alternatif diet selain diet mayo.

Maryapada

Game ini seperti game preman yang mempertahankan pangkalannya masing-masing dengan memanfaatkan teknologi Cell ID. Cell ID adalah kode unik yang diberikan BTS kepada setiap HP di setiap lokasi segmen dimana HP tersebut aktif.  Jadi preman-preman yang berkumpul dalam pangkalan (Cell ID) yang sama akan menghimpun sesuatu kekuatan, untuk berperang di pangkalan yang lain dengan cara migrasi sejenak ke pangkalan (Cell ID) yang ingin diserang.

Kekurangan terbesar dari game ini adalah mapping cell id yang tidak pernah saya jumpai sampai saat ini, atau mungkin mapping Cell ID ini tergolong rahasia ? saya tidak tahu.

Sementara kelebihan terbesarnya adalah game ini merupakan game berbasis lokasi yang dapat dimainkan pada HP tanpa teknologi GPS sekalipun. Dan juga game ini bisa mendorong gerakan kembali ke desa jika digunakan dengan baik oleh Pemerintah.

Meskipun paper saya cuma jadi spam di email panitia IWIC tetapi saya berharap 2 paper tersebut mampu menginspirasi teman-teman untuk dapat mengimplementasikannya secara nyata. Karena jika saya yang mengimplementasikannya berarti ada pekerjaan tambahan buat saya yaitu memunguti otak saya yang berhamburan di lantai. Otak saya sudah turun peringkat sekelas keong yang sudah dianggap racun oleh masyarakat luas. Untuk menebak ending dari film Dora the Explorer saja saya pusing apalagi disuruh bikin game berbasis lokasi seperti ini.

Einstein bilang “Ide tidak sama dengan tape, tape yang disimpan jadi enak, tetapi ide yang disimpan jadi eneg”. Semoga ide yang saya share berguna. Syukur-syukur bisa jadi tugas sekolah, tugas kampus, topik skripsi, atau dongeng anak sebelum tidur. Amin.

  • Share on Tumblr

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *