Pages Navigation Menu

my official site to waste my time

The Blue Nowhere

The blue nowhere berarti dunia maya, berarti juga Internet. Istilah tersebut pertama kali disebut oleh Wyat Gillete seorang tokoh fiksi dari novel yang berjudul The Blue Nowhere karangan Jeffrey Deaver. Novel yang bercerita tentang pertarungan antara white hat dan black hat ini sangat bagus sampai menjadi salah satu hal yang menginspirasi saya untuk menekuni dunia IT. Dalam novel itu diceritakan betapa dunia maya sangat mempengaruhi dunia nyata, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa dari sebuah aksi di dunia maya.  Saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai jalan cerita novel yang memang sangat menarik ini, yang saya akan gali lebih dalam adalah pengaruh The blue nowhere sendiri terhadap dunia nyata.

Kekuatan Internet saat ini tidak bisa dianggap remeh lagi. The Blue Nowhere membuat orang mampu menyampaikan pendapat dan mendengar pendapat orang lain dengan cepat, orang yang setuju akan mendukungnya dan orang yang tidak setuju akan mendebatnya saat itu juga. Orang-orang akan dengan sangat cepat saling berbagi ide-ide di dunia maya. Anda pernah menonton Inception ? dalam film Inception ide dianggap sebagai virus yang cepat sekali menular, dan saat ini Internet merupakan katalis yang baik bagi sebuah ide. Ide sendiri merupakan dasar dari tindakan yang dilakukan oleh manusia, oleh karena itu kita dapati banyak peristiwa-peristiwa yang dipicu oleh ide-ide yang tersebar melalui Internet.

Tidak perlu jauh-jauh sampai ke Revolusi Mesir yang terjadi karena diawali oleh social media twitter. Kita sendiri punya peristiwa-peristiwa nyata yang difasilitasi oleh dunia maya sebagai tempat bersatu orang-orang dengan ide dan visi yang sama.

Kita bisa lihat gerakan sejuta facebooker dukung Bibit Chandra, yang sempat jadi tren di tahun 2009. Gerakan tersebut dipicu oleh peristiwa penahanan dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah karena dinilai Mabes Polri menghalang-halangi penyidikan. Gerakan sejuta facebooker dukung Bibit Chandra tersebut menjadi cikal bakal gerakan banyak facebooker serupa, seperti misalnya Gerakan Facebookers Dukung Hendri Mulyadi Menjadi Ketua Umum PSSI, Gerakan 24.6 Milyar Facebookers Dukung Susno Duadji sampai Gerakan Sejuta Facebooker Memaafkan Kesalahan Ariel. Menarik memang, tapi akan lebih menarik lagi kalau ada Gerakan Sejuta Facebooker dukung Ariel main “film” lagi.

Ada juga gerakan hastag #IndonesiaUnite di twitter yang timbul setelah banyaknya aksi terror di Indonesia yang berawal dari peristiwa bom yang terjadi di hotel J.W.Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009. Gerakan tersebut bermula dari ungkapan rasa kecewa, marah, dan sedih dari para pengguna twitter Indonesia, dalam tweet mereka mencantumkan hastag (#) IndonesiaUnite diikuti dengan kata-kata semangat dan kebangkitan terhadap Indonesia, ada pula yang hanya pasif meretweet hal tersebut. Semakin banyak hastag #IndonesiaUnite dalam twiter membuat #IndonesiaUnite masuk dalam trending topic dunia, dan seringkali mendapat respon positif dari pengguna twitter manca negara. Secara tidak langsung #indonesiaunite berisi pesan untuk mengingatkan sesama untuk tidak gentar menghadapi intimidasi terorisme dan berusaha dengan cepat memberikan berita kepada dunia bahwa Indonesia adalah Negara yang aman dan damai, serta masyarakat Indonesia tidak gentar pada intimidasi terorisme (sumber Indonesiaunite.com)

Bukan Cuma tulisan di social media, tetapi ada juga yang menyebarkan isu-isu, kampanye dan ide-ide melalui video, seperti yang pernah saya bahas di tulisan saya tentang investasi rokok atau isu terkini tentang KONY 2012. Video KONY 2012 menceritakan tentang Joseph Kony sang pemimpin LRA (Lord’s Resistance Army) yang menculik ratusan anak untuk direkrut paksa menjadi pekerja seks atau tentara cilik selama dua dekade terakhir di Uganda. Video tersebut bertujuan untun menjadikan Joseph Kony terkenal, sehingga membuka mata seluruh dunia mengenai kekejaman-kekejaman yang dilakukannya di Uganda. Banyak figur-figur politik dan aktor-aktor besar yang merespon positif terhadap video ini.

Dari kesemuanya, yang paling saya suka adalah tulisan sindiran surat cinta. Mungkin ada yang pernah membaca tulisan surat cinta untuk presiden, surat cinta untuk ketua PSSI dan surat cinta-surat cinta yang lain. Menarik sekali membaca surat tersebut, pemikiran, keinginan dan kritikan sang penulis dapat tersampaikan sekaligus tidak mengesampingkan kepedulian dan rasa cinta terhada target. Mungkin sekali-kali saya perlu menulis surat cinta di blog ini.

Saat ini saya sendiri aktif dalam 3 social media yang berbeda yaitu facebook, twitter dan google plus. Dari social media tersebut saya banyak sekali melihat pemikiran dan keinginan dari teman-teman. Pemikiran yang sangat bagus, keinginan yang masuk akal, motivasi yang membakar, dan lain-lain bisa saya dapatkan lebih dari waktu yang diajurkan dokter untuk minum obat, 3x sehari.

Jujur, saya kadang-kadang kesal dengan para pengguna social media yang berbagi pendapat atau pemikiran mereka lewat status. Status social media kapasitasnya sangat sedikit, bahkan twitter hanya 140 karakter. Oleh karena  itu kadang banyak kita jumpai status social media yang sebenarnya berguna tapi membuat malas membacanya karena disambung-sambung. Kenapa tidak ditulis di blog saja, kemudian memasang linknya di status social media, itu akan lebih efektif, lebih mudah dibaca dan lebih mudah dicari. Analisis yang dilakukan juga lebih mendalam karena tidak terbatas dengan ruang ataupun jumlah karakter. Terlebih lagi social media tidak dapat mendokumentasikan itu semua dengan baik, dan memang social media tidak diciptakan untuk itu. Misalnya ketika saya teringat samar dengan status / tweet  teman yang berbagi  pengetahuan tentang sesuatu, maka saya akan kesulitan untuk mencarinya, saya harus membongkar puluhan bahkan ratusan status/tweet hanya untuk dapat memastikan apa yang sebenarnya dituliskan. Berbeda jika kita punya blog/website pribadi, informasi yang kita tuliskan akan terarsip dengan bagus. Saking bagusnya bahkan kita bisa mencarinya melalu mesin pencari hanya dengan kata kunci yang kita ingat.

Pernahkah kita berpikir kenapa negara kita Indonesia tidak maju-maju, kenapa timnas PSSI kok kalah terus, dan yang paling terkini adalah soal kenapa BBM harus dinaikkan atau bermacam-macam masalah lainnya yang terlintas pada pikiran kita dan kita punya solusinya tapi tidak pernah tersampaikan. Pernahkah kita berpikir kalau sebenarnya mungkin bukan pemerintah yang tidak mendengarkan kita, tapi kita sendiri yang kurang menyampaikan kepada mereka. Atau mungkin kita membutuhkan banyak orang yang berpikiran sama untuk bisa didengarkan.

Sudah sangat terlambat memang jika saya menyerukan go blog sekarang.  Tapi mengingat Internet adalah media yang sangat mudah dalam menyampaikan pendapat maka Blog merupakan cara yang paling tepat. Tapi sangat sedikit yang sadar pentingnya menulis dan menyampaikan pendapat melalui blog / website, kebanyakan pendapat disampaikan orang-orang melalui social media. Social media bukannya tidak memiliki pengaruh dalam penyebaran visi atau ide, tetapi ide yang disebarkan melalui social media terlalu dangkal. Analoginya seperti demonstrasi, social media adalah keadaan ketika kita teriak-teriak di jalan “Turunkan harga BBM”, “Brantas KORUPSI !!”,  dll. Sementara jika kita diundang untuk berdialog mengenai sesuatu yang kita perjuangkan, tidak mungkin kita berteriak hal yang sama seperti di  jalan, dialog membutuhkan pemikiran yang mendalam, saat dialog itu merupakan analogi dari Blog.

Saya ingin mengajak para penikmat blog saya untuk menulis, seperti yang tertuang di kolom about me. Dalam kolom tersebut  saya menyebut bahwa saya memimpikan sebuah lingkaran inspirasi tanpa henti. Bagaimana seseorang yang terinspirasi dapat menginspirasi orang lain, dan berputar terus-menerus. Apa yang saya ingin tularkan kepada para pembaca adalah kemauan untuk menyampaikan suara, suara apa saja, baik kritik, keprihatinan, karya, sindiran sampai rayuan. Dalam hal ini saya menyampaikan suara saya dengan cara menulis di blog ini. Hal itu tercermin dalam blog saya yang tidak punya topik yang mengerucut, ada puisi, cerpen, review film, tips IT, dan lain-lain. Cocok dengan tulisan di bagian atas blog saya, bahwa blog ini adalah tempat sampah saya yang resmi.  Siapa tau ada pemulung yang rela memungut sampah pikiran saya ini, mendaur ulangnya dan menjadikannya sesuatu yang berguna.

Kesimpulannya jika kita ingin didengarkan, kita harus bersuara. Jika ada yang kita inginkan, maka harus kita minta dan The blue Nowhere membuatnya mudah. Ide kita akan langsung dibaca, yang sependapat akan membantu menyebarkannya, yang tidak sependapat tidak akan langsung membunuhnya, tapi mendebatnya, mengkritiknya atau mengkoreksinya, dan hal itu akan membuka lebih banyak padangan terhadap sesuatu yang kita perjuangkan.  MERDEKA !

  • Share on Tumblr

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *